Hallo teman-teman, assalamu alaikum wr.wb.
Kali ini saya akan membahas tentang kondisi pasar tradisional yang mulai terisi penuh kendaraan bermotor, dampak polusi yang menempel pada makanan dan cara mengatasinya. Saya kalau di pasar merasa sesak karena ramainya orang berkerumun ditambah bunyi takson kendaraan beserta asapnya. Disitulah saya merasa pusing, sedangkan sebagai seorang perempuan yang mesti belanja terutama mencari harga yang lebih terjangkau harus terjun ke pasar. Rasa penat itu yang memotivasi saya menulis dan mengkaitkan dengan penelitian untuk berbagi dengan teman-teman. Selamat membaca teman-teman, semoga bermanfaat.
Masyarakat yang malas jalan kaki untuk masuk ke pasar, sehingga membawa kendaraan bermotor
sering kita jumpai. Kita tidak bisa mengatur orang lain. Mungkin mereka merasa
dimudahkan berbelanja sambil naik sepeda motor. Tapi perlu diingat, bukanlah
lebih sehat berjalan kaki, tawar-menawar dengan penjual juga lebih nyaman, makanan
atau bahan makanan juga tidak terkena polusi dari kendaraan. Polusi kendaraan itu mengandung bahan yang
tidak sehat. Emisi gas buang berupa asap knalpot adalah akibat terjadinya
proses pembakaran yang tidak sempurna. Mnurut BPLH DKI Jakarta (2013), gas buang
kendaraan mengandung timbal/timah hitam (Pb), susoended particulate matter
(SPM), oksida nitrogen (NOx), oksida sulfur (SO2), hidrokarbon (HC),
karbon monoksida (CO), dan oksida fotokimia (Ox). Kandungan ini dapat
membahayakan kesehatan manusia bahkan kematian.
Apakah makanan atau
bahan makanan yang kita beli itu sehat? Kesehatan itu mahal, tapi sakit lebih
mahal dan tidak nyaman. Mengatasi masalah polusi yang sudah menempel dimakanan
itu perlu sikap sigap, cepat dan tepat. Sikap ini harus dilakukan oleh semua
kalangan, terutama seorang ibu rumah tangga yang lebih melekat dengan makanan
dan bahan makanan. Menurut aku hal yang bisa dilakukan untuk mencegah kuman dan
butiran polusi yang menempel pada makanan yaitu:
- Mencuci dengan air mengalir: mencuci di kran
atau mencuci dengan wadah yang dibilas 3x.
- Menyimpan
didalam kulkas: kulkas memiliki suhu dingin yang dapat mencegah
perkembangbiakan bakteri atau virus.
- Beli
makanan secukupnya saja: jika tidak memiliki kulkas, sebaiknya membeli bahan
makanan yang digunakan sehari.
Dampak
polusi yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat dipasar juga mempengaruhi
tingkat stress. Kondisi pasar yang ramai dan bising, membuat orang tidak
nyaman. Ketika dipasar dengan kebisingan tinggi dan banyaknya aktivitas gerak,
dapat membuat suhu tubuh naik dan terasa sesak. Ditambah polusi kendaraan yang
dibawa masuk dalam pasar, gas buang dapat membuat pernafasan menjadi sesak.
Menurut
Ismiyati et al. (2014), manusia yang
mengalami adaptasi dengan polusi lama-lama akan jenuh, apabila dilakukan terus-menerus
atau sering. Orang dalam kehidupan sehari-harinya mengalami gangguan udara
dapat mengalami kejenuhan dapat menimbulkan stress dan depresi.
Masihkah
kita akan membawa kendaraan sepeda motor ke dalam pasar? Sebaiknya tidak lagi, sudah
cukup mari kita hidup sehat. Jika kita belum bisa mengurangi polusi dari semua
warga, setidaknya kita tidak menambah polusi.
Penulis: Tyas Prabawati, S.Hut
Daftar
Pustaka
Badan Pengelolaan
Lingkungan Hidup Daerah Jakarta. (2013). Zat-zat Pencemar Udara. Jakarta.
Ismiyati, Marlita
D, Saidah D. (2014). Pencemaran udara akibat emisi gas buang kendaraan
bermotor. Jurnal Manajemen Transportasi & Logistik. 1(3):
241-247.


